BAB pembelajaran (teacher centered learning) sehingga kurang memberi ruang

BAB
I

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

A.   
Latar
Belakang Masalah

Fisika merupakan salah
satu cabang IPA yang mendasari perkembangan teknologi dan konsep hidup harmonis
dengan  alam. Pada tingkat SMA/MA, fisika
dipandang penting untuk diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri dengan
beberapa pertimbangan. Pertama, selain memberikan bekal ilmu kepada peserta
didik, mata pelajaran Fisika dimaksudkan sebagai wahana untuk menumbuhkan
kemampuan berpikir yang berguna untuk memecahkan masalah di dalam kehidupan
sehari-hari. Kedua, mata pelajaran Fisika perlu diajarkan untuk tujuan yang
lebih khusus yaitu membekali peserta didik pengetahuan, pemahaman dan sejumlah
kemampuan yang dipersyaratkan untuk 
memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi  serta mengembangkan ilmu dan teknologi.
Pembelajaran Fisika dilaksanakan secara inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan
kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta berkomunikasi sebagai
salah satu aspek penting kecakapan hidup.

1

Pembelajaran
Fisika di sekolah umumnya masih mendapat respon yang kurang baik dari siswa.
Siswa kebanyakan tidak suka dengan pelajaran Fisika karena seringkali materi Fisika
dianggap sebagai pelajaran yang sulit. Hasil wawancara dengan guru-guru fisika
di Sumenep, Bangkalan, Surabaya, dan Sidoarjo menunjukan bahwa masih banyak
siswa yang tidak menyukai pelajaran Fisika karena dianggap sulit. Konsep-konsep
yang ada dalam Fisika juga sulit ditanamkan dalam pikiran siswa. Hal ini  terbukti dari hasil wawancara dengan salah
satu guru Fisika di MAN Sumenep, beliau mengatakan bahwa hasil belajar mata pelajaran
Fisika rendah dibandingkang dengan mata pelajaran lain. Setelah ditelusuru
lebih mendalam ternyata rendahnya hasil belajar 
siswa dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu siswa memiliki persepsi awal
bahwa Fisika merupakan pelajaran yang sulit, siswa kurang termotivasi untuk
mengikuti pembelajaran Fisika karena banyak konsep-konsep Fisika yang sulit
diamati, serta guru cenderung mendominasi pembelajaran (teacher centered learning) sehingga kurang memberi ruang kepada
siswa untuk aktif dalam pembelajaran.

Suatu kegiatan
pembelajaran haruslah dirancang suatu aktivitas agar terjadi pengembangan
sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam kombinasi dan penekanan yang
bervariasi (Ibrahim, 2005). Dalam hal ini guru seharusnya mampu melakukan
pembaharuan dalam kegiatan pembelajaran disekolah agar siswa mampu memahami
konsep-konsep Fisika yang dianggap sulit tersebut.

Pembaharuan dapat
dilakukan melalui strategi pembelajarn (Malik, 2011). Strategi pembelajaran
yang diperlukan guru, salah satunya adalah sumber pembelajaran yang kaya dan
disertai penyediaan sumber pembelajaran yang lebih variatif dari sumber
pustaka, virtual, dan lingkungan nyata. Guru seharusnya tidak sekedar menguasai
materi pelajaran yang menjadi bidangnya serta menguasai ilmu pembelajaran,
tetapi juga harus menguasai teknologi dengan mengintegrasikan materi
pembelajaran pada teknologi melalui model pembelajaran yang mendukung siswa
untuk belajar secara aktif. Pemilihan model pembelajaran sangat berpengaruh
terhadap keberhasilan dan dalam pembelajaran (Wulaningsih, 2012). Dari
pandangan tersebut, semestinya pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa sudah
mengalami pergeseran menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning).
Pembelajaran semacan ini dirancang dengan tujuan mengoptimalkan potensi yang
dimiliki siswa, dengan harapan membantu siswa mengkontruksi pengetahuannya dan
menjadikan dirinya sebagai siswa yang aktif.

Model pembelajaran yang
mampu menggiatkan siswa untuk berpikir secara aktif dan kreatif di dalam proses
pembelajaran salah satunya adalah model pembelajaran inkuiri. Model
pembelajaran inkuiri tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual tetapi
seluruh potensi yang ada, termasuk pengembangan emosional dan pengembangan
keterampilan. Di dalam model pembelajaran inkuiri ini, siswa dihadapkan pada
sebuh masalah yang sengaja dibuat oleh guru atau hasil “rekayasa”, sehingga
siswa harus mengerahkan seluruh seluruh pikiran dan keterampilannya untuk
mendapatkan temuan-temuan di dalam masalah itu melalui proses penelitian. Model
pembelajaran inkuiri akan melatih siswa berani mengemukakan pendapat dan
menemukan sendiri pengetahuaannya yang berguna untuk pemecahan masalah yang
dihadapinya. Penggunaan model pembelajaran inkuiri secara efektif dan efisien
akan mengurangi monopoli guru dalam penguasaan jalannya proses pembelajaran,
dan kebosanan siswa dalam menerima pelajaran akan berkurang (Gulo, 2002).
Selain itu model pembelajaran inkuiri, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman
siswa tentang materi yang diajarkan dan hasil belajar siswa juga akan
meningkat. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang telah dilakukan oleh
Astuti  (2014) yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model
Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP IT Al Khawarizmi
pada Materi Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan” mengatakan bahwa
dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing mampu meningkatkan
hasil belajar siswa.

Pembelajaran
Fisika, sebagian besar memerlukan suatu media peraga atau alat penunjang untuk
memudahkan pemahaman materi tersebut terutama untuk materi yang berhubungan
dengan fenomena-fenomena alam. Eksperimen merupakan salah satu metode yang
biasa digunakan untuk memudahkan pemahaman siswa, tetapi dalam kenyataannya
metode ini terdapat beberapa kendala diantaranya keterbatasan waktu yang
tersedia, peralatan yang kurang memadai serta kurang responnya siswa terhadap
apa yang sedang dihadapi.

Pembelajaran
dengan bantuan media berbasis komputer merupakan salah satu alternatif pilihan
yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran fisika tersebut  di atas. Peserta didik dapat melakukan
observasi tentang simulasi gejala alam yang diamati. Berdasarkan dari hasil
observasi ini peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis variabel
(manipulasi, respon, dan kontrol) yang ada pada simulasi dan mampu merumuskan
masalah, merumuskan hipotesis, dan menguji hipotesis dengan membuat simulasi
berdasarkan hipotesis yang  diajukan.
Hasil-hasil pengujian hipotesis tersebut peserta didik melaporkan sesuai dengan
simulasi yang diamati, dengan demikian akan terbentuk sikap ilmiah pada peserta
didik dan meningkatkan pemahaman mereka tentang fenomena alam yang
diamati.  Menurut Madlazim (2007:iii)
Simulasi komputer untuk menyajikan fenomena alam memegang peranan penting di
dalam proses pembelajaran menggunakan media komputer untuk membantu mencapai
suatu pemahaman lebih dalam pada pokok bahasan yang sedang disajikan.

Hukum
Kepler merupakan salah satu materi pembelajaran Fisika yang terdapat di Sekolah
Menengah Atas Kelas XI Semester 1. Materi Hukum Kepler mempelajari tentang
keteraturan gerak planet, dimana didalamnya memuat tentang Hukum Kepler I, II,
dan III. Hukum Kepler merupakan materi yang sulit dipahami karena materi ini mempelajari
tentang keteraturan gerak planet. Pengukuran untuk mengetahui gerak planet,
lintasan planet saat mengelilingi matahari sebagai fokusnya, serta kecepatan
planet saat mengelilingi matahari sebagai fokusnya adalah sangat sulit
dilakukan dilaboratorium nyata. Materi ini terlalu jauh dan membutuhkan waktu
yang lama untuk diteliti. Sehingga dari permasalahan tersebut, agar siswa mampu
memahami konsep Hukum Kepler lebih mendalam diperlukan software yang mampu memvisualisasikan Hukum Kepler tersebut.

 Media memiliki fungsi untuk memperjelas,
memudahkan, dan membuat menarik pesan pembelajaran yang akan disampaikan oleh
guru kepada peserta didik sehingga dapat memotivasi belajarnya dan
mengefisienkan proses belajar. Menurut Rusman (2011), Raharjo melakukan
penelitian yang menunjukkan bahwa kegiatan belajar mngajar akan lebih efektif
dan mudah bila dibantu dengan sarana visual, dimana 11% dari yang dipelajari
terjadi lewat indera pendengaran, sedangkan 83% lewat indera penglihatan.
Disamping itu dikemukakan bahwa kita hanya dapat mengingat 20% dari apa yang
kita dengar, namun dapat mengingat 50% dari apa yang dilihat dan didengar. Karena
itu diharapkan setiap pendidik dapat menggunakan media yang relevan agar mampu
menjadikan proses pembelajaran berlangsung efektif dan efisien.  

Laboratorium
virtual merupakan salah satu bentuk laboratorium dengan kegiatan pengamatan
yang dilakukan dengan menggunakan software
komputer dan tampilannya tampak seperti peralatan laboratorium riil
(Ramasundaram et al., dalam Wahyuni
2010:75-76). Peralatan laboratorium virtual tampak dan dirancang sesuai dengan
kondisi sesungguhnya. Demikian pula pada pelaksanaan pengamatan dan pengukuran
terhadap gejala fisis, dapat dilakukan seperti ketika menggunakan peralatan
yang sesungguhnya. Peralatan yang tampak dalam laboratorium virtual
dioperasikan dengan hanya menekan tombol, baik keyboard maupun mouse
komputer (Wahyuni, 2010:76).

Berdasarkan
uraian di atas, maka peneliti mengadakan suatu penelitian berjudul:
“Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Inkuiri Terbimbing Menggunakan
Laboratorium Virtual Pada Materi
Hukum Kepler untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Siswa SMA/MA.”

 

B.    
Rumusan
Masalah

Berdasarkan latar
belakang masalah di atas, maka dibuat rumusan masalah umum yaitu: “Bagaimana
Kelayakan Perangkat Pembelajaran Model Inkuiri Terbimbing Menggunakan
Laboratorium Virtual Pada Materi Hukum Kepler Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa SMA/MA?”

Berdasarkan rumusan
masalah umum di atas, maka dibuat rumusan masalah khusus sebagai berikut:

1.      Bagaimanakah
kevalidan perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing menggunakan
laboratorium virtual pada materi Hukum Kepler untuk meningkatkan hasil belajar
siswa SMA/MA?

Untuk menjawab pertanyaan
penelitian berkaitan dengan validitas perangkat pembelajaran tersebut,
digunakan beberapa pertanyaan penelitian yang meliputi:

a.       Bagaimanakah
validitas konseptual RPP, Buku Ajar Siswa (BAS), Lembar Kegiatan Siswa (LKS),
dan Tes Hasil Belajar (THB) yang dikembangkan?

b.      Bagaimanakah
keterbacaan Buku Ajar Siswa (BAS) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang
dikembangkan?

2.      Bagaimana
kepraktisan perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing menggunakan
laboratorium virtual pada materi Hukum Kepler untuk meningkatkan hasil belajar
siswa SMA/MA?

Untuk
menjawab pertanyaan penelitian berkaitan dengan kepraktisan perangkat
pembelajaran tersebut, digunakan beberapa pertanyaan penelitian yang meliputi:

a.       Bagaimanakah
keterlaksanaan pembelajaran model inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium
virtual?

b.      Kendala-kendala
apakah yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran model inkuiri terbimbing
menggunakan laboratorium virtual dan bagaimanakah solusi untuk mengatasinya?

3.      Bagaimana
keefektifan perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium
virtual pada materi Hukum Kepler untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA/MA?

Untuk
menjawab pertanyaan penelitian berkaitan dengan keefektifan perangkat
pembelajaran tersebut, digunakan beberapa pertanyaan penelitian yang meliputi:

a.       Bagaimanakah
aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran menggunakan model inkuiri
terbimbing dengan laboratorium virtual?

b.      Bagaimanakah
hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran
menggunakan model inkuiri terbimbing dengan 
laboratorium virtual?

c.       Bagaimanakah
respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran menggunakan model inkuiri
terbimbing dengan laboratorium virtual?

 

C.   
Tujuan
Penelitian

Berdasarkan rumusan
masalah diatas, maka tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan
perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium
virtual yang layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA/MA.

Berdasarkan tujuan umum
diatas, maka dibuat tujuan khusus sebagai brikut:

1.      Mendeskripsikan
validitas perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing menggunakan
laboratorium virtual pada materi Hukum Kepler untuk meningkatkan hasil belajar
siswa SMA/MA meliputi:

a.       Tingkat
validitas konseptual RPP, Buku Ajar Siswa, Lembar Kegiatan Siswa, dan Tes Hasil
Belajar yang dikembangkan.

b.      Tingkat
keterbacaan Buku Ajar Siswa dan Lembar Kegiatan Siswa yang dikembangkan.

2.      Mendeskripsikan
kepraktisan perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing menggunakan
laboratorium virtual pada materi Hukum Kepler untuk meningkatkan hasil belajar
siswa SMA/MA meliputi:

a.       Keterlaksanaan
pembelajaran model inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium virtual.

b.      Kendala-kendala
yang dihadapi saat penerapan pembelajaran model inkuiri terbimbing menggunakan
laboratorium virtual dan solusi untuk mengatasinya.

3.      Mendeskripsikan
keefektifan perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing menggunakan
laboratorium virtual pada materi Hukum Kepler untuk meningkatkan hasil belajar
siswa SMA/MA meliputi:

a.       Aktivitas
siswa selama kegiatan pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium
virtual.

b.      Peningkatan
hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan
model inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium virtual.

c.       Mengetahui
respon siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model inkuiri
terbimbing menggunakan laboratorium virtual.

 

D.   
Manfaat
Penelitian

Manfaat  yang dapat diperoleh dari penelitian
pengembangan ini antara lain :

1.      Bagi
siswa, laboratorium virtual pada materi Hukum Kepler dapat digunakan sebagai
sumber belajar yang dapat membantu mempermudah siswa dalam mendapatkan sendiri
pengetahuannya tentang materi pembelajaran terutama materi Hukum Kepler serta
dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tidak saja kompetensi isi,
tetapi juga kompetensi bidang komputer.

2.      Bagi
guru, perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium
virtual pada materi Hukum Kepler yaitu:

·        
Memberikan alternatif pilihan bagi guru
dalam menentukan model dan media pembelajaran yang akan diterapkan dalam
pembelajaran.

·        
Memberikan solusi dalam melaksanakan
praktikum saat terjadi keterbatasan alat praktikum di sekolah.

3.      Bagi
sekolah, perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing menggunakan
laboratorium pada materi Hukum Kepler dapat digunakan sebagai pemenuhan
tuntutan kurikulum dalam pembelajaran fisika disetiap satuan pendidikan.

4.      Bagi
peneliti lain, perangkat pembelajaran fisika model inkuiri terbimbing menggunakan
laboratorium virtual pada materi Hukum Kepler dapat digunakan sebagai bahan
informasi mengenai dunia pendidikan beserta pengembangannya dan sebagai
literatur dalam melaksanakan penelitian selanjutnya.

 

E.    
Batasan
Penelitian

Untuk memperjelas ruang
lingkup permasalahan dan mengingat adanya keterbatasan-keterbatasan penelitian,
maka penelitian ini dibatasi sebagai berikut:

1.     
Subjek penelitian
pada uji coba adalah 12 siswa SMA kelas XI.

2.     
Materi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah materi kelas XI semester gasal tentang
Hukum Kepler.

3.     
Hasil belajar
yang dinilai adalah hasil belajar kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.

 

F.    
Asumsi

Pada penelitian ini
diasumsikan bahwa:

1.     
Siswa
bersungguh-sungguh, jujur, dan objektif dalam mengerjakan tes hasil belajar,
dan menjawab angket sebagai hasil yang diperoleh yang mencerminkan kemampuan
siswa dalam keadaan sesungguhnya.

2.     
Pengamat
secaya objektif melakukan pengamatan terhadap siswa dan guru.

 

G.   
Definisi
Istilah

Untuk mempermudah pembahasan, terlebih dahulu akan diberikan penjelasan
tentang beberapa istilah sebagai berikut :

1.      Perangkat
pembelajaran merupakan sekumpulan sumber belajar yang memungkinkan guru dan
peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar mengajar yang meliputi: Rencana
pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Buku Siswa, Lembar Kegiatan Siswa, dan Tes
Hasil Belajar Peserta didik yang sudah valid dan layak digunakan dalam proses
pembelajaran, agar dapat berjalan lancar, efektif dan efisien (Depdiknas,
2006c).

2.      Pembelajaran
berbasis inkuiri terbimbing (guided
inquiry) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan secara maksimal
kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis,
analisis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya.

3.      Media
Pembelajaran adalah alat atau bentuk stimulus yang berfungsi untuk menyampaikan
pesan pembelajaran. Media sebagai alat bantu yang digunakan guru untuk
memotivasi belajar peserta didik, memperjelas informasi/pesan pembelajaran,
member tekanan pada bagian-bagian yang penting, member variasi pembelajaran,
memperjelas struktur pembelajaran (Rusman, 2012).

4.     
Laboratorium virtual adalah
laboratorium berbasis komputer yang memungkinkan murid atau siswa dapat
melakukan praktikum atau eksperimen seolah menghadapi fenomena atau set
peralatan laboratorium nyata (Ariani dan Haryanto, 2010)

5.      Hasil
belajar adalah perubahan mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotoris
yang berorientasi pada proses belajar mengajar yang dialami siswa (Sudjana,
2005).

BACK TO TOP
x

Hi!
I'm Al!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out