Efek bersifat subjektif yang artinya ketika pemakaian Etambutol dihentikan

Efek Samping Obat

             Pemakaian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) tidak
jarang disertai dengan  efek samping yang
menghambat proses pengobatan. Bila efek samping ini ditemukan, mungkin OAT yang
bersangkutan masih dapat diberikan dalam dosis terapeutik yang kecil, tetapi
bila efek samping ini mengganggu, maka obat tersebut harus dihentikan
pemberiannya dan dapat diberikan obat pengganti. Sebagian besar obat-obatan
anti tuberkulosis memiliki efek samping berupa hepatotoksik. Kelainan yang
ditimbulkan mulai dari peningkatan kadar transaminase darah (SGPT/SGOT) yang
ringan hingga berat. (Amin dan Asril, 2014).

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Obat yang efeknya cukup mengganggu adalah Etambutol
dan Streptomisin. Efek samping Etambutol yang muncul antara lain gangguan
penglihatan dengan penurunan visual, buta warna dan penyempitan lapangan
pandang. Gangguan awal penglihatan bersifat subjektif yang artinya ketika
pemakaian Etambutol dihentikan tepat setelah efek samping dirasakan, maka
semakin tinggi pula kemungkinan fungsi pengelihatan kembali pulih. Sedangkan Streptomisin
dapat menyebabkan gangguan pada pendengaran, dan pada pasien diatas 60 tahun,
obat ini harus dihindari atau pemberian dengan dosis minimal (Depkes 2015).

Menurut Amin dan Asril (2014) untuk  mengevaluasi terjadinya efek samping OAT
tersebut maka perlu dilakukan pemeriksaan kontrol seperti:

a.                  
Pemeriksaan mata bagi pasien yang
memakai obat etambutol.

b.                 
Tes audiometri bagi pasien yang memakai
obat streptomisin  

c.                  
Pemeriksaan darah terhadap enzim hati,
bilirubin, ureum/kreatinin, darah perifer dan asam urat untuk pasien yang
memakai obat pirazinamid.

 

Obat yang efeknya cukup mengganggu adalah Etambutol
dan Streptomisin. Efek samping Etambutol yang muncul antara lain gangguan
penglihatan dengan penurunan visual, buta warna dan penyempitan lapangan
pandang. Gangguan awal penglihatan bersifat subjektif yang artinya ketika
pemakaian Etambutol dihentikan tepat setelah efek samping dirasakan, maka
semakin tinggi pula kemungkinan fungsi pengelihatan kembali pulih. Sedangkan Streptomisin
dapat menyebabkan gangguan pada pendengaran, dan pada pasien diatas 60 tahun,
obat ini harus dihindari atau pemberian dengan dosis minimal (Depkes 2015).

Menurut Amin dan Asril (2014) untuk  mengevaluasi terjadinya efek samping OAT
tersebut maka perlu dilakukan pemeriksaan kontrol seperti:

d.                 
Pemeriksaan mata bagi pasien yang
memakai obat etambutol.

e.                  
Tes audiometri bagi pasien yang memakai
obat streptomisin  

f.                  
Pemeriksaan darah terhadap enzim hati,
bilirubin, ureum/kreatinin, darah perifer dan asam urat untuk pasien yang
memakai obat pirazinamid.

 

2.3        Pengetahuan

2.3.1     Pengertian
Pengetahuan

                         Pengetahuan adalah hasil tahu seseorang
terhadap suatu objek dimana hal ini terjadi setelah proses penginderaan atau
observasi melalui panca indera yang dimilikinya. Menurut Notoatmodjo (2010), pengetahuan yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi bagaimana
seseorang bertindak dan mengambil keputusan.

                         Benyamin Bloom (1908) dalam Fitriani (2011) membagi tingkat
pengetahuan didalam domain kognitif menjadi enam tingkatan. Tiga tingkatan awal
pengetahuan disebut dengan lower order
thinking yang terdiri dari tingkatan tahu, memahami, dan aplikasi.
Sedangkan tiga tingkatan selanjutnya disebut juga dengan higher order thinking yang terdiri dari analisis, sintesis, dan
evaluasi. Penjelasan dari masing-masing tingkatan dijelaskan sebagai berikut:

 

 

 

a.                 
Tahu (know)

             Tahu merupakan tingkat pengetahuan paling
awal. Tahu sendiri diartikan sebagai mengingat kembali suatu materi yang telah
dipelajari atau diketahui sebelumnya.

b.                 
Memahami (comperhension)

             Memahami merupakan tingkatan penetahuan
dimana seseorang dapat menjelaskan dan menginterpretasikan suatu materi dengan
benar. Pada tahap ini seseorang yang telah memhami suaru objek atau materi harus
dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, menyebutkan dan sebagainya
terhadap objek atau materi yang ia pelajari.

c.                 
Aplikasi (aplication)

             Aplikasi merupakan tingkatan pengetahuan
dimana seseorang dapat menggunakan materi yang telah dipahami pada kondisi yang
sebenarnya.

d.                
Analisis (analysis)

             Analisis merupakan tingkatan pengetahuan
dimana seseorang dapat menguraikan, memisahkan, atau mengkelompokkan suatu
objek yang masih terikat satu sama lain.

e.                 
Sintesis (Synthesis)

             Sintesis merupakan tingkatan pengetahuan
dimana seseorang sudah mampu dalam menghubungkan, menyusun serta meringkas beberapa
teori atau metode yang sudah ada sehingga menjadi teori atau metode baru.

f.                  
Evaluasi (evaluation)

             Evaluasi merupakan tingkatan pengetahuan
tertinggi. Seseorang yang berada pada tahap ini diharapkan mampu melakukan
penilaian atau evaluasi yang didasarkan pada kriteria yang sudah ditentukannya
sendiri terhadap suatu objek atau materi.

 

2.3.2     Cara
Memperoleh Pengetahuan

             Cara memperoleh pengetahuan menurut
Notoatmodjo 2012, adalah sebagai berikut : 

 

a.                 
Cara Non Ilmiah

1)                
Cara Coba-coba Salah (Trial and Error).

Cara coba-coba
salah merupakan cara yang umum dilakukan sebelum cara-cara lain dilakukan. Cara
ini dilakukan dengan menggunakan kemungkinan-kemungkinan lalu mencobanya. Jika
kemungkinan tersebut gagal maka dicoba lagi dengan kemungkinan berikutnya
hingga masalah tersebut terpecahkan.

2)                
Cara Kebetulan.

   Penemuan secara kebetulan atau terjadi secara
tidak disengaja oleh orang yang bersangkutan.

3)                
Cara kekuasaan atau otoritas.

   Pada cara ini sumberpengetahuan diperoleh
dari pemegang otoritas atau orang yang memiliki kekuasaan atau wibawa. Biasanya
para pemegang otoritas tersebut mampu membuat orang lain menerima pendapatnya
tanpa diuji atau dibuktikan terlebih dahulu.

4)                
Berdasarkan pengalaman pribadi.

Cara
memperoleh pengetahuan berdasarkan pengalaman pribadi merupakan cara yang kerap
dilakukan dalam upaya memperoleh pengetahuan. Umumnya, ketika cara yang
digunakan pada masa lalunya dapat memecahkan masalah, seseorang cenderung akan
menggunakan cara atau metode yang sama dalam memecahkan masalah tersebut.

5)                
Cara akal sehat (Common Sense).

   Akal sehat kadang-kadang dapat menemukan
teori atau kebenaran. Sebelum ilmu pendidikan berkembang, dahulu dpemberian
hadiah dan hukuman merupakan cara yang digunakan untuk mendisiplinkan seseorang
dalam konteks pendidikan.

6)                
Melalui wahyu.

   Cara memperoleh pengetahuan melalui wahyu umumnya
terkait dengan ajaran ajaran agama. Kebenaran atau ajaran tersebut harus di
terima dan di yakini oleh pengikut-pengikut agama yang bersangkutan karena
kebenaran ini di terima oleh para Nabi sebagai wahyu dan bukan karena hasil
usaha penyelidikan manusia.

7)                
Secara intuitif.

   Cara ini diperoleh manusia berdasarkan
intuisi atau pemikiran hati manusia saja.

8)                
Induksi

Induksi
merupakan proses penarikan kesimpulan yang di mulai dari peryataan-pernyatan
khusus kemudian menuju pernyataan umum.

9)                
Deduksi

   Deduksi merupakan kebalikan dari induksi,
dimana proses pembuatan kesimpulan dari pernyataan-pernyataan umum kemudian menuju
pernyataan khusus.

b.                 
Cara Ilmiah

             Cara ilmiah atau cara modern merupakan cara memperoleh
pengetahuan dimana didahului dengan penelitian ilmiah terlebih dahulu.

BACK TO TOP
x

Hi!
I'm Al!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out