Pawel karena pada dasarnya mimbar pidato identik dengan tokoh

Pawel Kucczynski adalah seorang political art satirist dan philosopher
yang menjunjung perdamaian dan keberpihak-annya pada suara rakyat. Lahir di
kota Szczecin, Polandia pada 12 Agustus 1976. Berprofesi sebagai grafik
desainer, pelukis, dan kartunis. Pawel merupakan seorang
seniniman berbakat serta lulusan dari Fine
Arts Academy di Poznan, Poland.

Pawel
memulai illustrasi bertema political
dan social art satririst pada tahun
2004, dengan karya-karya nya yang humoris namun terdapat makna yang menyedihkan
berupa masalah yang dialami masyarakat, beliau mendapatkan berbagai macam
penghargaan dan telah terhitung sudah lebih dari 90 penghargaan hingga saat
ini, diantaranya Eryk Lipinski Prize Award by Association of Polish Cartoonish,
Special Prize of NTV channel, Silver Plate at Salon of Antiwar Cartoon in
Serbia 2013, Silver Prize at the Decaco International Cartoon Contest 2010, dan
lain-lain. Dalam hal ini sendiri, beliau memiliki sensibilitas, kekhawatiran,
kegelisahan, serta merasakan simpati dan empati dalam melihat ruang lingkup
sekitarnya, dimana pada awalnya ia melihat betapa kacaunya dunia ini, kemiskinan,
keserakahan, politik, dan kematian meraja lela. Sehingga
memberikannya ide untuk menggunakan konsep penyindiran sebagai salah satu cara
menggambarkan kehidupan sosail, politik, hingga tradisi masyarakat saat ini.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Metafora
: Iconis
Mimbar Pidato – Pidato (Politikal, orang penting)

Ikonisasi mimbar pidato
mulai dari mic ke tempat pembuangan (selokan), memperlihatkan bahwa seseorang
yang tinggi, politisi, orang penting karena pada dasarnya mimbar pidato identik
dengan tokoh politisi.

 

Metonomi
:

            Pada dasarnya seseorang yang berdiri di belakang
mimbar pidato dengan berpakaian casual jas memperlihatkan bahwa mereka adalah
tokoh yang penting, tinggi, dan biasanya orang yang berpolitik. Mimbar pidato
sendiri bagi politik adalah tempat seorang tokoh mengungkapkan
gagasan-gagasannya, janji, hingga harapan-harapan kesejahteraan untuk
masyarakatnya.

Kemiripan antara
kabel yang terhubung dengan mic menyerupai selang pembuangan yang ada pada
ilustrasi yaitu bentuknya yang awalnya kabel yang terhubung dengan mic lalu
terlihat kabel-kabel itu menjadi satu kesatuan dan menghasilkan sebuah selang
besar  yang menampung atau mengeluarkan
sebuah cairan kotor dan berujung pada sebuah selokan (tempat pembuangan
kotoran/ comberan).

Dalam hal ini,
tanda-tanda ini sering sekali kita temukan dalam dunia politik terutama di
Indonesia, dimana politisi yang terpilih nantinya akan menyampaikan janji-jani
yang mereka ungkapkan pada masyarakat. Politik 
ditujukan untuk membangun kesejahteraan, tapi dalam praktiknya sering
terjadi kekotoran. Pidato-pidato para politisi dalam hal ini dianggap kotor
sama hal nya dengan selokan, karena hanya mengungkapkan janji-janji omong
kosong yang pada akhirnya tidak te-realisasi, sehingga masyarakat pula lah yang
akan terus merasakan penderitaan. Pasalnya, apa yang mereka bicarakan
seringkali semata-mata demi mengamankan posisi dan mencari keuntungan untuk
mereka sendiri.

Kontradiksi
:

            Terdapat pertentangan yaitu ikon
kabel penghubung mic yang digunakan tokoh pada mimbar pidato dengan selang yang
seharunya menjadi pembuangan kotoran.

Metafora
: Iconis
Air – Hal yang sangat dibutuhkan bagi keberlangsungan hidup manusia

            Ikonisasi
air berlimpah di atas pohon menandakan sebuah kedudukan tinggi yang tak lain
adalah orang kaya, dilihat dari begitu santainya si pria gemuk yang tengah
berendam dalam air.

 

Metonomi
:

            Peristiwa
ikon dimana seorang pria merebahkan tubuh gemuknya pada limpahan air di atas
pohon mencerminkan sesosok orang kaya yang hidup serba berkelimpah-an. Bisa
dilihat bagaimana pria tersebut bersantai dengan sepuntung rokok dan juga
segelas air yang ia genggam. Dalam illustrasi juga terlihat jelas bagaimana si
kaya menggunakan air untuk berendam, memperlihatkan bahwa dirinya seseorang
yang tamak.

            Di sisi lain kita dapat melihat sesosok anak yang  kurus kering pada fisiknya, dengan kulit
hitam dan hanya memakai celana saja, menggambarkan bahwa dia adalah orang
miskin yang kekurangan. Pada illustrasi memperlihatkan bagaimana si miskin
menadahkan kedua tangannya hanya untuk menunggu tetesan air dari atas pohon
yang merupakan milik si orang kaya. Dalam kasus ini sendiri, faktanya pada
tahun 2011 hingga pertengahan 2012, beberapa negara di Afrika Timur mengalami
kondisi sangat memprihatinkan dikarenakan kekurangan air. Negara tersebut
antara lain Somalia, Djibouti, Ethiopia, dan Kenya. Lebih dari 10 juta orang
menderita karena musibah kekeringan ini karena kondisi tersebut menyebabkan
kelaparan, gagal panen, konflik, hingga serangan wabah.

            Gambaran ini tentunya menyindir
bagaimana manusia yang memiliki kekayaan berlimpah memiliki sifat individualis
dan sulit untuk berbagi kepada orang yang berkecukupan. Padahal air yang mereka
buang bisa menjadi sangat berarti bagi mereka yang miskin.

Kontradiksi
:

            Terdapat pertentangan adegan ikon dimana pria gemuk
berkulit putih berada di atas pohon dengan air berlimpah, sedangkan yang lain
merupakan anak kecil berkulit hitam dengan fisik kurus menadahkan kedua
tangannya menunggu air yang menetes.

 

Metafora
: Iconis
rantai – melambangkan ketidak bebasan, perbudakan.

            Ikonisasi
dari rantai, identik dengan makna 
ketidak bebasan yang biasanya disetarakan dengan budak atau pekerja
keras dengan fisik.

Metonomi
:

            Keadaan
seorang pria berkulit hitam, tubuh terekspos, dengan otot kekar nan kuat, namun
terdapat sebuah rantai yang mengalungi lehernya hingga pergelangan tangannya
seakan-akan dirinya sedang dipasung. Menggambarkan adanya sebuah perbudakan pada
kulit hitam yang tecerminkan bagaimna ia diperlakukan seperti seekor hewan.

            Namun
yang terlihat pula pada gambaran tersebut mlalui gestur dan ekspresi yang
dilakukan si pria berkulit hitam, dimana ia sedang mewarnai rantainya menjadi
keemasan yang berkilau dan menunjukan adanya senyuman kebanggaan pada
ekspresinya. Ditengah revolusi industri kemiskinan dan rasisme masih terjadi di
belahan dunia ini, orang berkulit hitam lebih memilih untuk bungkam dari pada
menyerukan permasalahannya. Bahkan diantara mereka mungkin mensyukuri profesi
mereka sebagai seorang budak yang selalu tertindas oleh tuannya. Hal ini
memperlihatkan bagaimana ketidak adilan yang masih terjadi pada orang-orang
yang menajadi seorang budak. Kita dobuat terpojok dan sangat malu dengan cara
illustrasi yang cerdas pada gambaran ini.

Kontradiksi
:

 Adanya perbedaan gesture dengan keadaan yang
dialami si pria berkulit hitam, dimana rantai yang melambangkan perbudakan dengan
pria yang sedang mewarnai ke-emasan pada rantainya, menandakan kebungkaman dan
kebanggaan.

BACK TO TOP
x

Hi!
I'm Al!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out